Equator Monument

Oktober 27, 2008

Oleh Misbach

Equator Monument, di Indonesia lebih sering kita dengar Tugu Khatulistiwa. Monument unik tersebut berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada disekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, menuju arah kota Mempawah. Tugu ini menjadi salah satu icon wisata Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Pontianak.

Sejarah mengenai pembangunan tugu ini dapat dibaca pada catatan yang terdapat didalam gedung. Dalam catatan tersebut disebutkan bahwa : Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 dari V. en. W oleh Opzichter Wiese dikutip dari Bijdragen tot de geographie dari Chef Van den topographischen dienst in Nederlandsch- Indië : Den 31 sten Maart 1928 telah datang di Pontianak satu ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di kota Pontianak dengan konstruksi sebagai berikut :

Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.

Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkarang dan anak panah.

Tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter / architech Silaban. Tugu asli tersebut dapat dilihat pada bagian dalam.

Tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang aslinya. Peresmiannya pada tanggal 21 September 1991.

Bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter. Diameter lingkaran yang ditengahnya terdapat tulisan EVENAAR sepanjang 2,11 meter. Panjang penunjuk arah 2,15 meter. Tulisan plat di bawah anak panah tertera 109o 20′ OLvGr menunjukkan letak berdirinya tugu khatulistiwa pada garis Bujur Timur.

Pada bulan Maret 2005, Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan koreksi untuk menentukan lokasi titik nol garis khatulistiwa di Kota Pontianak. Koreksi dilakukan dengan menggunakan gabungan metoda terestrial dan ekstraterestrial yaitu menggunakan global positioning system (GPS) dan stake-out [titik nol garis khatulistiwa dikoreksi. Hasil pengukuran oleh tim BPPT, menunjukkan, posisi tepat Tugu Khatulistiwa saat ini berada pada 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara; dan, 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur.

Sementara, posisi 0 derajat, 0 menit dan 0 detik ternyata melewati taman atau tepatnya 117 meter ke arah Sungai Kapuas dari arah tugu saat ini. Di tempat itulah kini dibangun patok baru yang masih terbuat dari pipa PVC dan belahan garis barat-timur ditandai dengan tali rafia. Mengenai posisi yang tertera dalam tugu (0 derajat, 0 menit dan 0 detik lintang, 109 derajat 20 menit, 0 detik bujur timur), berdasarkan hasil pelacakan tim BPPT, titik itu terletak 1,2 km dari Tugu Khatulistiwa, tepatnya di belakang sebuah rumah di Jl Sungai Selamat, kelurahan Siantan Hilir.

Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada diatas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan “menghilang” beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain disekitar tugu.

Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Peristiwa alam ini menjadi event tahunan kota Pontianak yang menarik kedatangan wisatawan…

Catatan ini saya kutip dari wikipedia sebagai bahan kutipan awal di blog saya, dan tidak ada maksud untuk mencontek karya orang, tapi sebagai ungkapan rasa bangga kami sebagain warga kalimantan barat yang disimpan dalam suatu catatan tersendiri didalam blog.

Entry Filed under: Tentang Pontianak. Tag: , , , , , , .

9 Comments Add your own

  • 1. Hanafi Mohan  |  Desember 30, 2008 at 2:39 pm

    Salam kenal.
    Saya juga dari Pontianak-Kalbar

    oh ya, bagaimana caranya gabung dgn komunitas Blogger KalBar, atau khususnya Pontianak?

    Saya sekarang di Jakarta sedang melanjutkan studi S1, karena itu saya butuh sekali bergabungdgn komunitasa blogger kalbar dan juga Ponntianak.

    Terima kasih bantuannya..
    jayalah selalu Pontianak. Jayalah selalu KalBar.

    salam hangat,
    Hanafi Mohan

    Balas
  • 2. hesra  |  Januari 7, 2009 at 2:36 pm

    saya sempat kaget waktu melihat ilustrasi gambar pertama. ahhh…..sudah demikian kah tugu khatulistiwa? pikir saya semula, tapi, begitu melihat seluruh tamilan, baru donk deh…ternyata masih seperti dulu…

    apakah masih sekotor dulu?

    saya sering membayangkan…

    jika Tugu khatulistiwa ini benar2 dikelola menjadi lebih baik, boleh saja diserahkan ke swasta… halaman yang menjorok ke sungai, dibuatkan taman yang asri, lebih elok jika ada sebuah galeri, menuju tepi sungai, ada lanting-lanting tempat makan, tapi yang apik… bukan yang dibuat asal..

    entahlah, banyak nian potensi pontianak…tapi, nggak maksimal…

    sayang sekali.

    salam

    Balas
  • 3. dede  |  Januari 8, 2009 at 6:10 pm

    sip///////////////////////////
    ok add ye
    http://karangtarunakencana.blogspot.com/

    Balas
  • 4. lucky  |  Maret 7, 2009 at 7:14 am

    nice monument….

    Balas
  • 5. ivan_ksjl  |  Juni 11, 2009 at 4:10 am

    tolong tugunya dirawat dengan baik

    Balas
  • 6. Neter Pontianak  |  Agustus 22, 2009 at 8:01 pm

    Neter Pontianak komunitas para Neter Pontianak..
    http://pontianak.webs.com
    bang admin tolong di link url kami.. mksh ya

    Balas
  • 7. hestia  |  September 26, 2009 at 11:40 am

    saya jg berasal dri pontianak…
    mnurut saya byk potensi2 di pontianak yg bisa dikembangkan.
    siapa lg yg mengembangkannya selain generasi2 penerus pontianak..
    tp sayangnya byk generasi yg telah sukses kini terlanjur mengamalkan ilmunya di tanah orang, sehingga kemajuan pontianak masih sangat lamban…
    rencana di tahun depan, saya akan mengajukan judul TA kuliah saya yg berjurusan desain interior, dg mengangkat judul “Khatulistiwa Centre” dengan mengekspos keunikan garis khatulistiwa dan kebudayaan pontianak pd khususnya, dan kalbar pd umumnya….
    mohon doa dan dukungan dari semua…

    Balas
  • 8. ajengkol  |  September 30, 2009 at 2:26 am

    Jadi kangen pengen balik ke Pontianak hehehe

    Balas
  • 9. Garis Khatulistiwa | Muslimah Blog  |  September 30, 2009 at 7:24 am

    [...] atau juga dikenal sebagai City on Equator memiliki banyak keistimewaan. Selain Tugu Bambu Kuning yang melintang di tengah jalan kota ini [...]

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Pontianak

BloggerPontianak

Kategori

Arsip

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

ira di Besakat
Garis Khatulistiwa |… di Equator Monument
ajengkol di Equator Monument
hestia di Equator Monument
pimpii di Attentions!!!

Spam Blocked

Blog Stats